Entah apa rencana Allah SWT buatku dengan segala cobaan yg bikin kepalaku berat (seandainya kepala bisa dicopot bentar, terus disimpen di dlm kulkas biar dingin) dan harus rela mengatur napas setiap saat (selain karena udara Bandung yg memang makin kotor, juga karena sesak napas sialan yg melanda tiap hari).
Mataku merah & gatal.
Oke, aku bertahan selama 1 minggu sebelum akhirnya ‘menyerah’ dan pergi ke dokter mata. Katanya itu "..Peradangan akibat nyeri di anggota tubuh yg lain. Mungkin ada gigi lubang? Atau nyeri di tangan atau kaki?"
Aku jawab, "Ng… Kalo nyeri sih di bahu.."
Dokter itu bilang lagi, "Kenapa nyeri di bahu? Suka angkat besi?"
Hee?? Dokter yg aneh… Aku nyengir aja. Tiba2 kepikiran sesuatu, "Kalo dari sinus mungkin nggak, Dok?" soalnya beberapa hari itu memang aku pusing2 di sekitar mata–sekitar sinus.
Dia jawab, "Mungkin.. Coba kamu periksa ke dokter THT ya."
Tralala.. Pergilah aku ke dokter THT seminggu kemudian (baru sempet, gara2 sempet melawat ke Bogor dan Jakarta).
Setelah nyasar di Borromeus (sumpah ya, jadi gede banget.. dan udah lama aku nggak ke sana), nanya Front Desk sampe satpam dan suster (karena aku nyasar ke lab tempat medical check-up)… akhirnya diperiksalah aku. Ditanya ini.. ditanya itu.. dikasih tampon hidung (sumpah rasanya bagai hidung lu kemasukan pensil!!).. akhirnya muncul satu keputusan, "Coba difoto dulu ya, nanti hasilnya kasih ke saya minggu depan"
Hee? foto? Tampak depan, samping, seluruh badan, atau foto gaya?? (dasar banci foto) Oh, oke.. maksudnya foto rontgen… KLIK. Difotolah aku, setelah ‘berpose’ mendongak dan diulang 2x (oke, bunyinya bukan klik, sih…)
Beberapa hari kemudian… aku kembali ke dokter bawa foto itu. Sempet deg2an, takutnya harus operasi sinus.. hii… Dan setelah berdebar-debar (mungkin kalo diperiksa pake stetoskop dikiranya aku sakit jantung)… dia meriksa foto itu dan bilang, "Lho? Bersih kok.." Hee….???? Ternyata sinusku BERSIH 100%… Aku lega sih, tapi bingung waktu dokternya bilang, "Jadi kenapa ya??" Waduh, dokternya sendiri bingung aku sakit apa… Akhirnya aku dikasih suplemen & obat sakit kepala (buset dok, kalo obat sakit kepala sih udah sering bgt aku minum sampe nyaris over dosis! Ya nggak segitunya sih, tapi kan standar bgt obat sakit kepala…) plus disuruh rajin olah raga (yg ini bikin aku cengengesan gara2 aku emang ga pernah olah raga selain naik-turun tangga 4 lantai tiap hari).
Tunggu. Apa hubungannya olah raga & mata merah…???
Vertigoku memang mulai berkurang (mungkin berkat suplemen itu; yg tabletnya warna ungu, bikin sayang diminum.. hehe). Pusing..? Yah, standar lah.. Kayaknya aku udah kebal sama yang namanya pusing, jadi nggak terlalu peduli mau pusing atau nggak. Hidung mampet…? Memang masih agak susah napas, sih… tapi kan masih ada mulut, jadi masih bisa napas. Tapi, mata merah…??? dan gatal….????? Sumpah, yang satu ini rasanya nggak nahan…! Dan aku juga bingung gimana cara nyembuhinnya….
Coba hitung, sudah berapa banyak uang yg dihabiskan buat ke dokter mata (plus obatnya), dokter THT (plus obatnya), rontgen, dan dokter THT lagi (plus servis bersihin kuping & obat & suplemen). Apa aku masih harus mengeluarkan uang buat ke dokter lagi? Padahal belum jelas penyakitku ini pangkalnya ada di mana…??? Uhh…
Sebesar apapun rasa percayaku kalau semua kesulitan ini pasti berakhir, tapi tetep aja… rasanya berat….
Aku bisa bersabar kok. Semua ini pasti segera berakhir. Di balik kesulitan pasti ada kemudahan. Setelah aku melalui cobaan ini pasti akan ada hal yang jauuuhhhh lebih baik. Aku pasti mampu mengatasi dan melaluinya. Aku percaya pada Allah SWT. Selalu percaya.
Bapak, ibu, dan siapapun lagi yang merasa terbebani olehku…. MAAF.
Maaf karena aku cuma bisa berdoa. Maaf karena aku cuma bisa bergantung pada kalian. Maaf karena aku sangat menyusahkan. Maaf karena aku tidak bisa berusaha sendiri. Maaf karena tidak ada hal lain yang bisa kulakukan untuk membantu kalian. Maaf karena aku mengecewakan kalian. Maaf karena aku selalu penyakitan. Maaf karena aku belum bisa membalas segala kebaikan kalian. Maaf karena aku membuat kalian kesal. Maaf karena aku hanya bisa meminta maaf……………….
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian dengan pahala yang sangat besar, menghapuskan dosa2 kalian, dan memberi kebahagiaan setelah segala kesulitan ini… Amin.